Jalan – Jalan Asyik Ho Chi Minh City Vietnam ( Ho Chi Minh Experienced ) – Part 3

Tuesday, February 7, 2012

Tiba di hotel saya langsung disambut front desk yang ramah dan langsung check in tanpa proses yang panjang hanya menyerahkan voucher hotel yang saya beli di Agoda. Selesai check in saya langsung diantar ke kamar saya yang terletak di lantai 2 kamarnya ukuran sedang dgn 2 bed ukuran queen size dan single bisa menampung 3-4 orang, kamar mandi bersih panas dingin, kulkas full of snack and drinks lumayanlah ( For full hotel Review click here ).

Tak mau buang – buang waktu selesai mandi saya langsung walking around di daerah sekitar hotel sambil mencari makan malam. District 1 merupakan daerah pusat turis terutama di Pham Ngu lau street and Buvien.

DSC_6840    Peta HCMC disertai tempat – tempat yg wajib dikunjungi

Kesan pertama saya waktu keluar dari pintu hotel adalah gemerlap dan ramai yang kebanyakan adalah turis asing serta masyarakat lokal yang berjualan kuliner.

DSC_6363DSC_6371DSC_6373DSC_6378DSC_6402DSC_6405DSC_6670 Suasana Malam di HCMC

Selesai menjelajahi sekitaran Hcmc saya singgah disalah satu restoran yang menjual Poh, French Bread, Kopi susu Vietnam makanan yang wajib di coba sewaktu di Hcmc restoran ini terletak di ujung jalan Pham Ngu Lau sebelah kiri dari hotel tempat saya menginap. Oh ya rata-rata restoran disini tidak halal. Tapi bagi yang bisa makan daging Babi, Ribs Piglet disini eunaaakkkkkkkkkkk buangeeettttttttttttt selain rasa Poh nya yang Maknyusss.

DSC_6386DSC_6389DSC_6390DSC_6391 Suasana Restoran yang saya singgahi untuk dinner

Harga makanan disini juga murah harga makanan diatas yang saya pesan semuanya hanya 120.000 VND ato sekitar 60.000 IDR. Sehabis makan saya balik ke hotel tapi sebelumnya saya memesan tour lokal di Travel agent samping hotel untuk besok hari menuju Mekong Delta.

To be Continued ( Part 4 )…

 

READ MORE - Jalan – Jalan Asyik Ho Chi Minh City Vietnam ( Ho Chi Minh Experienced ) – Part 3

Jalan – Jalan Asyik Ho Chi Minh City Vietnam ( Ho Chi Minh Experienced ) – Part 2

Sunday, February 5, 2012

Sehabis dari loket imigrasi saya langsung keluar ke lobi depan bandara, disitu telah berjejer loket taxi dan hotel serta money changer. Hal pertama yang saya lakukan adalah menukar Dollar US yang saya bawa. Saya sengaja membawa Dollar US karena nilai tukarnya lebih tinggi daripada kita menukar rupiah ke VND ( Dong ) di Indonesia. Selesai menukar uang saya langsung ke loket taxi, sebenarnya kalau mau lebih murah bisa naik bus dari bandara yang berhenti di stasiun yang terletak di depan Be Than Market, tapi harus menunggu agak lama dan berhubung saya mau cepat – cepat sampai ke hotel saya lebih memilih memakai taxi.

Saya kemudian menyewa Vinasun Taxi ini kayak Bluebird Indonesia, mereka mematok flat Rate 150.000 VND ( sekitar 75.000 IDR ) dari bandara sampai ke hotel saya yang terletak di distrik 1 tapi nggak semuanya dipatok seperti itu tergantung no alamat hotel jika no hotel diatas 150 maka harga naik jadi 170 VND contoh alamat hotel saya : 287-289 Pham Ngu Lau St, Dist 1. Jadi ketika menyewa taxi di loket taxi mereka akan menanyakan alamat hotel karena itu tulislah dahulu alamat hotel di kertas lalu tunjukkan pada mereka ( Pengucapan dalam bahasa Vietnam berbeda dengan yang di tulis sehingga apa yang kita baca belum tentu sama dengan pengucapannya ).

Setelah membeli tiket taxi di loket saya di antar oleh salah seorang staff loket ke daerah tempat Taxi antri tepat di depan kiri bandara di area penjemputan ( sama seperti lokasi Damri di terminal 2 kedatangan ). Mobil taxi yang digunakan kalo di Indo sama seperti Toyota Innova setir di sebelah kiri.

DSC_6122                                                                  Seragam Supir Taxi Vinasun

Perjalanan dari Bandara ke Distrik 1 lokasi hotel saya memakan waktu 30 – 45 menit. Pemandangan dari bandara sangat luar biasa kota ini terang bederang setiap bangunan sepanjang jalan begitu gemerlap penuh lampu warna – warni sangat ramai, dan tak ketinggalan ratusan bahkan ribuan motor terlihat lalu lalang di sepanjang jalan.

DSC_6666Salah satu sudut jalanan kota HCMC

30 menit berlalu sampailah saya tepat di depan hotel saya yang terletak di pusat wisata/turis kota Hcmc sepeti Kuta di Bali semua orang yang saya lihat adalah Bule ada juga orang Jepang dan tentu saja Indonesia. Oh ya supir taxi sudah tahu alamat hotel nya karena mereka sudah mendapat alamat langsung dari alamat yang kita berikan waktu di loket, supir taxi sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris jadi saya pun hanya membisu selama perjalanan ke hotel.

DSC_6374DSC_6675DSC_6676   Tampak depan serta lobby hotel

To be Continued ( Part 3 )…

READ MORE - Jalan – Jalan Asyik Ho Chi Minh City Vietnam ( Ho Chi Minh Experienced ) – Part 2

Jalan – Jalan Asyik ke Ho Chi Minh City Vietnam ( Ho Chi Minh Exprerienced ) – Part 1

Saturday, February 4, 2012

Awalnya saya tidak menyangka kalau Kota Ho Chi Minh ( Hcmc ) yang terletak di wilayah tenggara Vietnam, 1.760 km selatan dari Hanoi begitu mempesona. Hcmc merupakan perpaduan antara modernisasi dan pesona kebudayaan yang dikelilingi oleh wisata alam yang unik dan luar biasa.

fb18Pusat Kota HCMC tampak dari Hotel Saya

Untuk sampai ke negeri ini tidaklah sulit, penerbangan langsung dari Jakarta ke Ho Chi Minh hanya memakan waktu 3 jam dan satu – satunya penerbangan yang menyediakan layanan direct flight Jkt – Hcmc adalah AirAsia.

DSC_6010DSC_6011DSC_6012

Suasana Pesawat AirAsia yang saya tumpangi

 

Pesawat yang saya tumpangi kemudian mendarat  di  Bandar Udara Internasional Tan Son Nhat, sebuah bandar udara gabungan sipil dan militer, terletak 7 km di sebelah utara pusat (Distrik 1) Kota Ho Chi Minh (Saigon). Bandara modern ukuran sedang yang menurut saya sangat ramai.

SONY DSCPemandangan Bandara. Lantai Atas untuk keberangkatan Internasional lantai bawah untuk Domestik

Jam tangan saya menunjukkan pkl. 20.30 WITA tak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Hcmc. Selesai turun dari pesawat saya langsung ke bagian imigrasi tak tampak banyak antrian, mungkin karena waktu itu penerbangan tidak banyak hanya ada pesawat Airasia dan Singapore Airlines yang terlihat parkir di bandara.

200px-New-tsnSuasana di Loket Imigrasi

To be Continued ( Part 2 )…

READ MORE - Jalan – Jalan Asyik ke Ho Chi Minh City Vietnam ( Ho Chi Minh Exprerienced ) – Part 1

Praktik Dokter–Permenkes 2011 ( Page 7 ) end page

Friday, February 3, 2012

DSC_0260

BAB IV
PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pasal 29


(1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib melakukan
pencatatan terhadap semua SIP Dokter dan Dokter Gigi yang telah dikeluarkannya.
(2) Catatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan secara berkala minimal 3 (tiga) bulan sekali kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, KKI, dan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi serta organisasi profesi setempat.
(3) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi wajib melakukan pencatatan terhadap semua surat tugas dokter spesialis dan dokter gigi spesialis tertentu yang telah dikeluarkannya.
(4) Catatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan secara berkala minimal 3 (tiga) bulan sekali kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan.

BAB V
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 30


(1) Menteri, KKI, pemerintah daerah, dan organisasi profesi melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Peraturan Menteri ini sesuai dengan fungsi, tugas, dan wewenang masing-masing.
(2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan pada pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan yang diberikan oleh Dokter dan Dokter Gigi.

Pasal 31


(1) Dalam rangka pembinaan dan pengawasan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengambil tindakan administratif terhadap pelanggaran Peraturan Menteri ini.
(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa peringatan lisan, tertulis sampai dengan pencabutan SIP.
(3) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam memberikan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terlebih dahulu dapat mendengar pertimbangan organisasi profesi.

Pasal 32

 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mencabut SIP Dokter dan Dokter Gigi dalam hal:
a. atas dasar rekomendasi MKDKI;
b. STR Dokter dan Dokter Gigi dicabut oleh KKI;
c. tempat praktik tidak sesuai lagi dengan SIPnya; dan/atau
d. dicabut rekomendasinya oleh organisasi profesi melalui sidang yang dilakukan khusus untuk itu.

Pasal 33


(1) Pencabutan SIP yang dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib disampaikan kepada Dokter dan Dokter Gigi yang bersangkutan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal Keputusan ditetapkan.
(2) Dalam hal Keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf c dan huruf d tidak dapat diterima, yang bersangkutan dapat mengajukan keberatan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk diteruskan kepada Menteri dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah Keputusan diterima.
(3) Paling lambat 14 (empat belas) hari setelah menerima surat
keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Menteri dalam
perkara pelanggaran disiplin kedokteran, meneruskannya kepada MKDKI.

Pasal 34


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaporkan setiap pencabutan SIP Dokter dan Dokter Gigi kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Ketua KKI dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, serta tembusannya disampaikan kepada organisasi profesi setempat.

BAB VI
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 35

 
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, peserta Program
Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau peserta Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) yang memperoleh penugasan khusus di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu, dinyatakan telah memiliki SIP berdasarkan Peraturan Menteri ini.

BAB VII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 36

 
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 37

 
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 6 Oktober 2011

 
MENTERI KESEHATAN,
ttd
ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2011


MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,
ttd
PATRIALIS AKBAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR

…Previous ( Page 6 )


Formulir I


Perihal : Permohonan Surat Izin
Praktik (SIP)
Kepada Yth,
Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota ......................
Di
………………………………..
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama Lengkap : .........................................................................
Alamat : .........................................................................
Tempat, tanggal lahir : .........................................................................
Jenis kelamin : .........................................................................
Tahun Lulusan : .........................................................................
Nomor STR : .........................................................................
Nomor rekomendasi OP :..........................................................................
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Praktik
(SIP) untuk tempat praktik yang ke …… dengan alamat di ......
Sebagai bahan pertimbangan bersama ini dilampirkan :
a. fotokopi STR yang diterbitkan dan dilegalisasi asli oleh KKI;
b. surat pernyataan mempunyai tempat praktik atau surat keterangan dari
fasilitas pelayanan kesehatan sebagai tempat praktiknya;
c. surat rekomendasi dari organisasi profesi, sesuai tempat praktik;
d. pas foto berwarna ukuran 4 X 6 sebanyak 3 (tiga) lembar dan 3 x 4
sebanyak 2 (dua) lembar;
e. surat persetujuan dari atasan langsung bagi Dokter dan Dokter Gigi yang
bekerja pada instansi/fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah atau pada
instansi/fasilitas pelayanan kesehatan lain secara purna waktu.
Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
.....................,....................................
Pemohon ,
...............................

Formulir II


KOP
DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
SURAT IZIN PRAKTIK (SIP) DOKTER / DOKTER GIGI
No. ………………………………….
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2052/Menkes/Per/X/2011
tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, yang bertanda tangan
dibawah ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota*) ....................................
memberikan Izin Praktik pada :
____________________________________
(Nama Lengkap)
Tempat/Tgl. Lahir : .............................................................
Alamat : .............................................................
Alamat Tempat Praktik : ...............................................................
Nomor STR : .....................................berlaku s/d .../....
Nomor rekomendasi OP : .................................................................
Untuk Praktik sebagai : dr/drg/dr.spesialis/drg. spesialis *)
dengan kewenangan klinis sesuai dengan kompetensinya **)
Ditetapkan di........................
pada tanggal......................
Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota………………………
(………………………………….)
Tembusan :
1. Menteri Kesehatan
2. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia
3. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
4. Organisasi Profesi
*) Coret yang tidak perlu.
**) sesuai dengan Sertifikat Kompetensi oleh Kolegium atau Surat Keterangan Kompetensi oleh
Ketua Program Studi.
Pasfoto

Formulir III


KOP
DINAS KESEHATAN PROVINSI
SURAT TUGAS DOKTER SPESIALIS/ DOKTER GIGI SPESIALIS
No. ………………………………….
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2052/Menkes/Per/X/2011
tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, yang bertanda tangan
dibawah ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi ....................................
memberikan Surat Tugas kepada :
____________________________________
(Nama Lengkap)
Tempat/Tgl. Lahir : .............................................................
Alamat : .............................................................
Untuk Praktik : dr. spesialis./drg spesialis*)
Alamat Tempat Praktik : .........................................................
Nomor STR : ................................................................
Nomor SIP Pertama :
Nomor SIP Kedua :
Nomor SIP Ketiga :
Surat tugas ke :
Surat tugas berlaku sampai dengan tanggal.........................................
Ditetapkan di........................
pada tanggal......................
a.n. Menteri Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi………………………
(………………………………….)
Tembusan :
1. Menteri Kesehatan
2. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia.
3. Organisasi Profesi;
*) Sebutkan spesialisasinya, dengan kewenangan klinis sesuai dengan kompetensinya
Pasfoto

READ MORE - Praktik Dokter–Permenkes 2011 ( Page 7 ) end page

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
 
 
 

Popular Blogs

 
Twitter Bird Gadget