Hipertensi pada perempuan ( Women Hypertension )

Tuesday, December 6, 2011

 

imagesObat kontraseptif oral dapat meningkatkan tekanan darah dan resiko  meningkat dengan lamanya penggunaan. Perempuan yang menggunakan obat oral kontraseptif harus memeriksa tekanan darah secara teratur.

 

Timbulnya hipertensi adalah suatu alasan untuk mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi lainnya. Sebaliknya, terapi pengganti hormon tidak menaikkan tekanan darah.

Wanita hamil dengan hipertensi harus dimonitor dengan hati-hati karena resiko ke ibu dan fetus akan meningkat. Metildopa, penyekat beta, dan vasodilator adalah obat-obat yang disukai demi keamanan fetus. ACEI dan ARB tidak boleh digunakan selama kehamilan karena berpotensi untuk cacat fetus dan harus dihindari pada perempuan yang diduga hamil atau berencana hamil. Preeklampsia timbul setelah minggu gestasi ke 20, ditandai dengan onset baru atau bertambah parahnya hipertensi, albuminuria, dan hiperurisemia, kadang-kadang dengan abnormalitas koagulasi.

Pada beberapa pasien, preeklampsi dapat menjadi hipertensi urgensi atau emergensi dan mungkin harus dirawat di rumah sakit, di monitor secara intensif dan dengan menggunakan terapi antihipertensi parenteral dan terapi antikonvulsi.

Source :

Buku Saku Pharmaceutical Care untuk pasien penyakit hipertensi – Depkes

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
 
 
 

Popular Blogs

 
Twitter Bird Gadget