CULTURE ( BUDAYA )

Wednesday, December 3, 2008


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya dalam pengertiannya adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar.

Lapisan-lapisan kebudayaan itu misalnya di Indonesia terdiri dari lapisan yang diwarnai oleh agama pribumi, Hinduisme, Buddhisme, Islam, Kristen dan terakhir modernisme. kebudayaan tersebut, secara khusus adalah dengan unsur-unsur kebudayaan yang pasti terdapat dalam semua kebudayaan yang dinamai unsur kebudayaan universal, terdiri dari : Sisten relegi dan upacara keagamaan, Sistem dan organisasi masyarakat, Sistem pengetahuan, Sistem bahasa, Sistem Kesenian, Sistem Mata pencaharian, dan Sistem teknologi.

Tapi kebudayaan tidak saja terdapat dalam soal teknis tapi dalam gagasan yang terdapat dalam fikiran yang kemudian terwujud dalam seni, tatanan masyarakat, ethos kerja dan pandangan hidup. pengaruh agama terhadap budaya manusia pada pemikiran terhadap Tuhan. Interaksi sosial dan keagamaan berpola kepada bagaimana mereka memikirkan Tuhan, menghayati dan membayangkan Tuhan.

Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan.

Agama Kristen menekankan nilai kasih sebagai suatu wujud budaya dalam hubungan antar manusia. Tuntutan kasih yang dikemukakan melebihi arti kasih dalam kebudayaan sebab kasih ini tidak menuntut balasan yaitukasih tanpa syarat. Kasih bukan suatu cetusan emosional tapi sebagai tindakan konkrit yaitu memperlakukan sesama seperti diri sendiri. Atas dasar kasih maka gereja-gereja telah mempelopori pendirian Panti Asuhan, rumah sakit, sekolah-sekolah dan pelayanan terhadap orang miskin.

Budaya sebagai karunia

Dalam 1 Kor 12:8-10, dituliskan mengenai 9 Karunia yang Allah berikan kepada manusia.

(Baca Alkitab)

Pada ayatnya yang ke-7, Yesus bernubuat bahwa Karunia yang diberikan,hendaklah digunakan untuk kepentingan bersama. Dan seperti yang kita bahas tadi, bahwa suatu kepentingan bersama, akan melahirkan kebudayaan. Jadi Budaya sebagai Karunia, merupakan satu rancangan Tuhan pada kita untuk mempergunakan Karunia yang telah diberikan pada kita.

Budaya akademis sebagai pencerah peradaban

Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain.

Maka,pada abad 18 muncullah budaya akademis untuk mempercerah peradaban. Budaya akademis ini kemudian mempengaruhi cara pandang mengenai kebudayaan yang lama. Kebudayaan yang lain harus diakui dan dihormati keberadaannya.

Budaya akademis dalam penerapannya pada umat kristiani, dapat kita lihat dalam beberapa contoh, yaitu :

- Para umat Kristiani tidak boleh asing dari suku, bangsa atau kebudayaan manapun

- Pesan Kristus atau Nilai-nilai Alkitab yang baik harus ada dalam masyarakat atau pribadi tiap orang

- orang Kristen dapat mengadakan pendekatan sosial terhadap penganut agama lain, untuk mencapai kerukunan yang dinamis.

Jadi, suatu kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.

Budaya jalan pintas dan dampaknya bagi budaya akademis

Saat ini budaya menyimpang mulai merebak. Yaitu kasus jalan pintas untuk memenuhi kepentingannya dengan mengabaikan kepentingan orang lain.

Penerapan dalam kehidupan nyata dapat dilihat pada Budaya Korupsi, penggunaan agama dalam hal politik secara tidak baik, ataupun pemaksaan untuk masuk dalam agama tertentu. Semua merupakan hasil dari budaya jalan pintas.

Dampak nyata yang dapat dirasakan perkembangan Budaya Akademis adalah semakin banyaknya kemerosotan moral manusia, banyak tingkah laku manusia yang mulai menyimpang dari nilai-nilai Kristen, semakin banyak kaum kafir ataupun pemberian karunia oleh Tuhan Yesus digunakan untuk hal yang bertentangan dengan-Nya, manusia semakin menyukai dalam menggunakan Budaya Jalan Pintas, tak terpikir oleh mereka, bahwa Budaya Jalan Pintas akan membawa pengaruh buruk bagi masa mendatang.

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
 
 
 

Popular Blogs

 
Twitter Bird Gadget