LOW BACK PAIN (LBP) E KAUSA SPONDILOSIS

Monday, March 10, 2008


Darryl Virgiawan Tanod, S.ked

PENDAHULUAN
Sakit pinggang atau biasa dikenal dengan sebutan ‘low back pain’ merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan gejala utama berupa rasa nyeri atau perasaan lain yang tidak enak didaerah tulang punggung bagian bawah dan sekitarnya.1
Low back pain merupakan suatu keadaan yang sering terjadi di masyarakat dimana 60% - 80% orang dewasa pernah mengalami keadaan seperti ini.2 Pada tahun 1995 tercatat bahwa tiap 2 orang dari 100 orang pekerja di Amerika menderita low back pain.3 Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya sakit pinggang ( low back pain ) antara lain adalah akibat proses degeneratif yaitu spondilosis.4
Spondilosis ( spinal osteoarthritis ) merupakan suatu keadaan dimana terjadi proses degeneratif yang menyebabkan kerusakan / berkurangnya struktur dan fungsi normal dari tulang punggung seseorang, dimana proses degeneratif dari spondilosis ini dapat mengenai daerah servikal, thorakal, atau lumbal. Faktor yang banyak berperan didalam terjadinya spondilosis adalah umur, dimana penderita spondilosis meningkat pada usia pertengahan yaitu 40 – 60 tahun.5
Low back pain yang diakibatkan oleh spondilosis di Amerika merupakan angka terbanyak kedua sesudah gangguan pernapasan yang menyebabkan orang datang ke dokter untuk diperiksa dan di obati.3
Dalam mengatasi masalah ini maka diperlukan kerjasama yang baik dari semua unsur yaitu pasien dan dokter dalam hal ini dikhususkan peranan dari rehabilitasi medik didalam upaya mengatasi nyeri yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup, pekerjaan / aktivitas sehari – hari.
KLASIFIKASI
Didalam diagnosa dan pemeriksaan klinik, low back pain ( LBP ) dibagi sebagai berikut6 :
1. LBP traumatik.
a. LBP akibat trauma pada unsur miofasial.
b. LBP akibat trauma pada komponen keras pada susunan neuromuskuloskeletal.
2. LBP degeneratif.
a. Spondilosis.
b. HNP ( hernia nukleus pulposus ).
c. Stenosis spinalis.
d. Osteoartritis.
3. LBP inflamasi.
a. Artritis rematoid.
b. Spondilitis angkilopoetika.
4. LBP osteroporotik.
5. LBP akibat neoplasma.
6. LBP akibat kelainan congenital.
7. LBP sebagai referred pain.
8. LBP akibat gangguan sirkulatorik.
9. LBP psikoneurogenik.
GAMBARAN KLINIK
Pada umumnya para penderita berusia setengah tua. Keluhannya terdiri dari rasa pegal – nyeri di daerah pinggang yang kurang dapat dilokasikan secara tepat. Jadi sakit pinggangnya lebih bersifat difus. Nyeri dapat berlangsung kronik maupun akut.6
DIAGNOSA
Dalam menegakkan diagnosa perlu diperhatikan hal – hal seperti derajat nyeri, stadium penyakit, lokasi nyeri dan faktor mekanik, derajat disfungsi, faktor resiko dan pekerjaan, ada tidaknya trauma dan hasil pemeriksaan penunjang.6
ANAMNESA
Dalam menghadapi setiap sindroma nyeri, pemeriksa harus mengingat betapa pentingnya membiarkan pasien menjelaskan penderitaannya secara bebas.
Pada wawancara penting untuk ditanyakan mengenai lamanya; saat dan keadaan mulai timbulnya, lokasi, sifat nyeri dan gejala pengiringnya, bagaimana hubungannya dengan gerakan, faktor – faktor apa yang menyebabkan nyeri semakin bertambah atau berkurang, obat apa yang telah diberikan, adakah riwayat keluarga yang menderita penyakit yang sama serta bagaimana status psikologik pasien.6
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan dimulai pada saat pasien masuk ke dalam ruang periksa. Gaya berjalannya (gait) diperhatikan. Cara pasien hendak duduk diobservasi dan juga sikap duduk yang disukainya harus diketahui. Pada pemeriksaan fisik harus diperhatikan hal – hal pokok pada sususnan neuromuskuloskeletal yaitu : penentuan lokasi dan nyeri tekan, penyelidikan terhadap nyeri gerak, penyelidikan terhadap nyeri pada kontraksi isometrik, penyelidikan terhadap pembatasan lingkup gerakan.6
PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
Foto polos tulang belakang khususnya daerah lumbosakral bermanfaat untuk diagnosis faktor osteogenik dan sebagian diskogenik.
PENATALAKSANAAN
Pada prinsipnya penanganan LBP terdiri dari :
1. Tanpa Pembedahan :
a. Bed rest
b. Obat – obatan untuk mengurangi rasa nyeri, biasa digunakan obat – obatan jenis NSAIDs.
c. Rehabilitasi medik.
Rehabilitasi medik pada penderita LBP haruslah dilakukan secepat mungkin setelah pasien datang untuk memeriksakan diri. Rehabilitasi medik dalam hal ini berfungsi untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, mobilitas, koordinasi, stabilitas, keseimbangan, dan membantu relaksasi5. Dalam hal ini pasien LBP juga mendapat terapi tambahan dirumah seperti back therapy serta properback mechanism.
2. Dengan pembedahan.


LAPORAN KASUS
Identitas pasien
Nama : Ny. Sp
Umur : 52 Tahun
Alamat : Ranoyapo
Agama : Kristen protestan
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Jenis kelamin : Perempuan
Suku bangsa : Minahasa/Indonesia
Tanggal periksa : 4 Desember 2007
Anamnesa
· Keluhan utama : Timbul nyeri didaerah pinggang.
· Riwayat penyakit sekarang :
Nyeri pinggang dialami oleh pasien sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya pasien hanya merasa pegal – pegal pada daerah pinggang yang kemudian lama – kelamaan berubah menjadi rasa nyeri. Nyeri bersifat hilang timbul, nyeri paling terasa pada waktu pasien melakukan pekerjaan seperti mencuci pakaian, menyetrika, menimba air, mengangkat barang – barang yang berat atau ketika pasien berjalan lama. Nyeri yang menjalar sampai ke daerah tungkai disangkal oleh pasien. Pasien juga pernah jatuh dari motor 2 tahun yang lalu dengan posisi terlentang, dan dibawah ke RSU Prof Kandou untuk diperiksa juga di rontgen dan menurut dokter pada waktu itu pasien tidak apa – apa. Pasien sudah berobat di poli Interna dan di beri obat Meloxicam dan Ranitidin, tetapi pasien tetap merasakan nyeri di daerah pinggang. Pasien juga mengeluh bahwa pasien tidak mampu lagi melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasanya, seperti mencuci, menyetrika dan membersihkan rumah akibat sakit pinggang yang dialaminya. BAB / BAK tidak ada keluhan apapun.
· Riwayat penyakit dahulu :
Pasien tidak pernah mengalami penyakit ini sebelumnya. Asam urat, kencing manis, darah tinggi, belum pernah diperiksakan oleh pasien.
· Riwayat penyakit keluarga :
Hanya pasien sendiri yang mengalami penyakit seperti ini di dalam keluarga.
· Riwayat kebiasaan :
Pasien sering duduk lama di depan televisi, pasien sering mengangkat barang yang berat, pasien sering berdiri lama untuk menyetrika pakaian.
· Riwayat sosial medik :
Pasien tinggal dirumah permanen, tidak bertingkat, atap seng, dinding beton, WC jongkok letak di dalam rumah, dihuni oleh 4 orang dewasa.
· Visual analoque scale ( VAS ).



0                         5                            10
PEMERIKSAAN FISIK
a. Status generalis
Keadaan umum : Cukup
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 120/80 mmhg
Nadi : 72 kali/menit
Respirasi : 22 kali/menit
Suhu : 36,5ºC
Kepala : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-).
Leher : Pembesaran KGB (-)
Thoraks : Bunyi jantung I dan II normal, bising (-), suara
pernapasan vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen : Datar, lemas, timpanis, bising usus (+) normal, hepar
dan lien tidak teraba.
Ekstremitas : Akral hangat, edema (-)
b. Status motorik

Ekstremitas superior
Ekstremitas inferior
Dektra
Sinistra
Dekstra
Sinistra
Gerakan
Tonus otot
Refleks fisiologis
Refleks patologis
Kekuatan otot :
L2
L3
L4
L5
S1
Sensibilitas :
L1
L2
L3
L4
L5
S1
N
N
+
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
N
N
+
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
N
N
+
-
5
4
3
3
4
2
2
2
1
1
2
N
N
+
-
5
4
3
3
4
2
2
2
1
1
2
c. Status lokalis
Pada regio lumbosakral :
- Tes penekanan pada regio lumbal : Terdapat nyeri tekan (+) pada vertebrae lumbal 3 – 5
- Tes melipat kulit : Spasme (+) pada lumbal 3 – 5
d. Tes provokasi
Patrick : +/-
Kontra Patrick : +/-
Laseque : -/-
Bragard : -/-
O’connell : -/-
FNST : -/-
Valsava : -
Nafziger : -
e. Pemeriksaan radiologis
X – foto lumbal AP/lateral : Spondilosis Lumbalis.
DIAGNOSA
- Klinis : Low back pain.
- Etiologis : Spondilosis lumbalis.
- Topis : Vertebrae lumbal 3 – 5.
- Fungsional : Disabiitas.
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa :
1. Analgetik : meloxicam 2 × 7,5 gr
2. Roborantia : Kalsium, B – kompleks.
Rehabilitasi medik :
1. Fisioterapi
Evaluasi :
- Nyeri pinggang
Program :
- MWD regio lumbosakral
- Back exercise
- Properback mechanism.
2. Okupasi dan terapi
Evaluasi :
- Gangguan aktivitas sehari – hari.
Program :
- Memberikan penjelasan untuk menghindari kegiatan membungkuk dan mengangkat beban berat.
- Latihan cara duduk, cara tidur, dan cara berdiri yang benar ( sesuai dengan properback mechanism ).
3. Ortotik prostetik.
Evaluasi :
- Pasien masih mampu melakukan tugas sebagai ibu rumah menggunakan ekstremitas superior seperti mencuci dan menyetrika walaupun tidak sama sebelum pasien mendapat nyeri pinggang, penderita masih dapat berjalan tanpa alat bantu.
Program :
- Saat ini belum diperlukan.
4. Psilokogi
Evaluasi :
- Kontak, pengertian serta komunikasi yang baik, motivasi berobat baik, tidak ada masalah dengan anggota keluarga yang lain.
Program :
- Saat ini belum diperlukan.
5. Sosial medik.
Evaluasi :
- Biaya pengobatan ditanggung oleh ASKES maskin
Program :
- Memberikan motivasi ( support mental ) pada penderita agar terus melanjutkan terapi dan tetap terus berusaha menjalani kehidupan sehari – hari walaupun banyak tugas sebagai ibu rumah tangga tidak dapat dilakukan sepenuhnya.
6. Home program
- Tidur ditempat tidur yang memiliki alas yang keras dan rata.
- Menghindari mengangkat beban yang berat
- Back exercise.
- Properback mechanism
PROGNOSA
Dubia ed bonam
DAFTAR PUSTAKA
1. Sengkey, Angliadi, Gessal, Mogi. 2006. Low back pain Ilmu kedokteran fisik dan
rehabilitasi. Fakultas kedokteran universitas Sam Ratulangi. Hal 79. Manado.
2. Anonymous. 2007. Low back pain. www.onemedicine.com/lowbackpain/index.
Diakses pada tanggal 8 Desember 2007, pk.16.00.
3. Andersson. 2007. Epidemiologic features of chronic low back pain.
www.clevelandclinic.com/epidemiology/index4432. Diakses 8 Desember
2007,pk.16.00.
4. Anonymous. 2007. Spondylosisis. www.emedicine.com. Diakses pada tanggal 8
Desember 2007, pk.16.00
5. Regan. 2007. Spondylosis or Spinal Osteoarthritis. www.yahoohealth.com.
Diakses pada tanggal 8 Desember 2007, pk 16.00
6. Sidharta. 1984. Daerah pinggang dan sakit pinggang. Sakit
Neuromuskuloskeletal dalam praktek umum. Hal 183 – 212. Dian rakyat.

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget
 
 
 

Popular Blogs

 
Twitter Bird Gadget